New Gadget

Oktober 31, 2007

Hari Sabtu kemarin saya membeli gadget baru—sebenarnya saya tidak suka kata gadget. Dengan niat utama untuk mendapatkan fasilitas data 3G. Maklum, setelah dihitung-hitung pengalaman internet saya dengan si instant dari Telkom membuat tagihan telepon cukup besar. So…kira-kira jika saya menggunakan jasa internet yang lain apa bisa meminimalkan biaya internet saya ya? Sepertinya bisa, maka saya coba menggunakan fasilitas 3G ini walau harus mengeluarkan dana yang cukup besar diawalnya.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada M600i. Jangan tanya kenapa? Saya bukan seorang yang maniak produk Sony Ericsson loh!? Saya pilih M600i ya karena memang ini mungkin yang pas dengan kebutuhan saya—walaupun kebutuhannya belum ada :-P ; dan pas dengan budget di kantong. Sebenarnya bisa juga memilih K610i—lagi-lagi Sony Ericsson, he..he…, tapi yang saya lihat harganya lebih diperuntukkan untuk kamera 2 MP-nya plus front camera. Yah intinya seperti itulah—maaf bukan ini topic utamanya.

Sebenernya yang saya hadapi sekarang adalah tidak adanya jaringan 3G di rumah saya :-( . Entah mengapa coverage area 3G Telkomsel ngga sampai rumah saya ya!? Wah, kalau begini repot juga ya. Kita harus tau dulu apakah daerah tempat kita tinggal itu sudah mendukung untuk penggunaan fasilitas 3G atau tidak. Yah sekarang saya mau coba operator lain ah yang mungkin coverage area 3G-nya sampai rumah. (maaf ya Telkomsel)

- orang penggiran Bekasi -

Mikrokontroler dalam Televisi

Oktober 31, 2007

Sebelum saya kerja di pabrik televisi, saya tidak tahu jika televisi pun menggunakan mikrokontroler. Pikir saya televisi itu hanya terdiri dari rangkaian-rangkaian seperti radio konvensional yang biasa dijual di pasaran. Ada tuner, pre-amplifier, tone control, dan amplifier. Dengan asumsi bahwa kalau radio hanya sinyal suara saja yang ditangkap, namun kalau televisi yang ditangkap sinyal suara beserta gambar.

Anggapan saya itu tidak sepenuhnya salah. Benar! Namun rangkaian seperti itu hanya ada di televisi zaman purbakala saja. Sekarang? Ya jelas, semuanya ternyata sudah digital. Sebenarnya sih kalau kita lihat dari remote control-nya saja sudah ketauan; pastilah digital. Wong sinyal yang dikirimkan ke televisi pun merupakan data digital serial. Dan ternyata fungsi-fungsi yang biasa kita gunakan seperti volume, pindah channel, OSD (On Screen Display), dan sebagainya; merupakan sistem digital.

Baiklah, jika kita coba membuka sebuah televisi maka kita akan menemukan IC utama di dalam rangkaian (berbeda setiap televisi), biasanya IC itulah yang menjadi pengontrol utamanya. IC tersebut tak lain adalah sebuah CPU (Central Processing Unit) yang biasanya berbentuk mikrokontroler. Pada beberapa jenis televisi, mikrokontroler ini merupakan IC tersendiri, sedangkan IC pemrosesan gambar dan suaranya tersendiri. Tapi ada pula yang terdiri dari satu IC utama (ukurannya biasanya paling besar) yang sudah terdiri dari pemsosesan sinyal dan CPU—model seperti ini yang dipergunakan di pasaran saat ini.

Untuk menyimpan data volume dan channel diperlukan sebuah tempat penyimpanan (memori). Mungkin beberapa dari kita berpikir untuk apa menggunakan memori segala!? Lagipula kalau dipakai paling hanya untuk menyimpan data ini dan itu. Anggapan seperti ini pun saya rasakan sebelumnya, dan ternyata salah! Apapun tindakan kita terhadap televisi semuanya ‘diingat’ dalam memori, seperti mengubah volume, ganti channel, setting kecerahan gambar, melihat video dengan masuk ke mode AV, dll. Bahkan ketika kita mematikan TV kita ke posisi standby pun, status tersebut diingat olehnya.

Jadi televisi yang dijual di pasaran saat ini boleh dibilang merupakan perangkat elektronika yang sudah memiliki kecerdasan, atau paling tidak bisa disebut perangkat elektronika yang cukup canggih jika tidak ingin dikatakan demikian.

Apakah Anda juga berpikiran seperti itu sebelumnya?

Halo dunia!

Oktober 21, 2007

Sengaja tidak saya ubah judul di atas. Soalnya bagitu saya daftar blog ini judul tersebut tiba-tiba sudah muncul di halaman utama, keren juga pikir saya (maklum blog perdana :-) )

Yup, langsung saja. Blog ini saya buat dengan maksud sebagai tempat berbagi ilmu mengenai dunia teknik terutama elektronika, bidang yang saya tekuni. Apalah ilmu tanpa adanya amal. Sayang sekali kalau saya memiliki informasi tentang sesuatu namun saya pendam sendiri saja, nantinya malah jadi lupa, mendingan kita saling berbagi saja. Kritik dan saran selalu menjadi masukkan bagi saya dan InsyaAllah saya akan berusaha untuk menanggapinya dengan realisasi yang baik.

OK kalau begitu. Selamat membaca blog ini.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.